Biaya Kesehatan Membengkak akibat Polusi
Jakarta, Kompas – Polusi udara di Jakarta yang semakin parah mengakibatkan biaya kesehatan yang ditanggung masyarakat semakin membengkak. Studi terbaru yang dilakukan Bank Pembangunan Asia menunjukkan, jika kondisi lingkungan tidak membaik hingga tahun 2015, maka biaya kesehatan yang harus ditanggung akibat polusi udara mencapai Rp 3,4 triliun.
Polusi udara di Jakarta 80 persennya berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, sisanya dari industri. Bahan pencemar yang banyak mencemari udara Jakarta adalah timbal, partikulat padat/debu (PM10), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon (O3).
Diperkirakan, polusi udara membebani biaya sebesar 400 juta dollar AS pada ekonomi Indonesia. Baru-baru ini Bank Pembangunan Asia (ADB) melakukan penelitian korelasi antara biaya kematian dan biaya perawatan kesehatan akibat polusi PM10 dan S02 di udara. Untuk tahun 2001, biaya dari pengaruh PM10 dan SO2 terhadap kesehatan diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun. Pengaruh partikel halus diperkirakan menyebabkan sebagian besar dari biaya tersebut.
Jumlah biaya perawatan kesehatan akibat polusi PM10 (partikel padat/debu) di udara mencapai Rp 1 triliun pada tahun 1998. Menurut catatan ADB, jumlah kasus gejala pernapasan yang muncul di Jakarta terkait dengan polusi udara lebih dari 140 juta kasus. Di Indonesia, termasuk Jakarta, peradangan saluran pernapasan menduduki urutan keenam penyebab kematian. Di Jakarta, sebanyak 12,6 persen kasus kematian diakibatkan peradangan saluran pernapasan atau dua kali lipat lebih besar dari jumlah kematian secara nasional.
Besarnya angka kematian akibat peradangan saluran pernapasan di Jakarta banyak disebabkan oleh terpaparnya polusi udara baik di luar maupun di dalam rumah, kepadatan penduduk yang tinggi, serta minimnya akses perawatan kesehatan bagi orang miskin.
Data dari sensus Indonesia tahun 1990 menunjukkan, di antara anak-anak balita di Jakarta, 11 persen mengalami batuk atau napas pendek selama dua minggu sebelum periode survei sensus.
Kasus kematian dan sakit akibat polusi udara di Jakarta cukup tinggi dibandingkan dengan kota lain di Asia, yaitu Kuala Lumpur, Seoul, Bangkok, Manila, dan Shanghai. Kasus bronkitis kronis di Jakarta mencapai 50 juta lebih. Sementara kematian prematur akibat polusi udara mencapai lebih dari 10 juta kasus.
Menurut data yang dilansir Mitra Emisi Bersih, polusi udara akibat lima bahan pencemar sudah berada di atas ambang batas. Di antaranya, angka maksimum harian pencemaran PM10 mencapai 496,22 mikrogram/m3 (baku mutu 150 mikrogram/m3), SO2 403,65 mikrogram/m3 (260 mikrogram/m3), dan CO 19,75 mikrogram/m3 (9 mikrogram/m3). (IND)
Pencemaran Udara Ancam IQ Anak
Jakarta, Sinar Harapan
Kota besar seperti Jakarta bukan lagi tempat yang sehat untuk membesarkan anak. Setiap hari seorang anak harus menghirup asap hitam knalpot kendaraan umum. Selain pelbagai penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA), ada yang lebih mengancam anak-anak kita, yakni menderita penurunan Intelligent Quotient (IQ) otak.
”Pengaruhnya tidak langsung dirasakan oleh anak, melainkan berlangsung sejak dalam kandungan. Kandungan zat berbahaya seperti logam berat pada emisi kendaraan akan terhisap oleh si ibu, dan mengalir melalui darah menembus ari-ari sebagai barrier.
Semua kandungan logam berat tadi mengganggu pertumbuhan dan fungsi otak ketika janin itu dilahirkan,” jelas Dr. Monang Tampubolon, spesialis kesehatan anak dan dosen Fakultas Kedokteran Ukrida saat dihubungi di Jakarta, Kamis (3/4).
Dari air susu ibu (ASI), polutan berbahaya dapat pula ”mencemari” otak bayi. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) DKI Jakarta sempat mengadakan studi pada 2001 yang menyatakan bahwa ibu-ibu di pinggiran kota memiliki ASI berkadar timbel 10 -30 ug per kilogram.
Kadar ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan, yakni satu sampai dua ug per kilogram. Polutan timbel yang terdapat dalam solar mampu memicu gangguan kesehatan kaum perempuan dan balita. Ion-ion timbel ini berimbas pada perkembangan sel-sel otak balita.
Sebagian besar kendaraan bermotor di kota-kota besar masih menggunakan bahan bakar fosil seperti hidrogen (H) dan karbon (C). Hasil pembakarannya memunculkan senyawa Hidro Karbon (HC), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (Co2) juga Nox. Namun akibat menghemat, banyak kendaraan yang masih menggunakan solar sebagai bahan bakar. Solar menghasilkan senyawa berbahaya, timbel alias plumbum (Pb).
Polutan inilah yang menjadi pemicu gangguan fungsi otak yang utama. CO lebih menyerang ke anak-anak dan orang dewasa secara langsung, yakni menyebabkan kepala pusing, pandangan menjadi kabur, bahkan bisa pingsan dan kehilangan koordinasi saraf. Di luar ancaman penurunan tingkat kecerdasan, polusi udara juga memicu bronkitis, pneumonia, asma serta gangguan fungsi paru.
Angka Kematian Tinggi
Bukan janin dalam kandungan saja yang ikut terancam kehilangan kualitas kecerdasan, tapi juga anak-anak dalam masa tumbuh kembang. Timbel alias timah hitam ikut mencemari sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi anak-anak. Beberapa tahun yang lalu United Nations Environmental Programme (UNEP) telah menempatkan Jakarta sebagai kota terpolusi nomor tiga di dunia setelah Meksiko dan Bangkok. Bisa dibayangkan betapa parahnya ancaman polutan emisi gas buang di metropolitan ini.
Padahal tanpa harus berhadapan dengan fakta tersebut, anak Indonesia sudah tergolong lemah dan memiliki angka kematian tinggi. Berdasar catatan UNICEF, laju tingkat kematian anak Indonesia termasuk tinggi dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Sebagai perbandingan, tahun 1997 tingkat kematian anak di Jakarta mencapai 28, di Kalimantan 67, di NTB mencapai angkat 81 perseribu kelahiran. Sedangkan di Thailand hanya 30, dan Malaysia hanya sembilan.
Menurut Monang, mayoritas anak Indonesia lebih rentan terserang penyakit dibanding dengan anak dari negara lain. Ini tak lain dipicu masalah kurang gizi yang sejak lama menjadi kendala utama pembangunan bangsa.
Departemen Kesehatan (Depkes) mencatat bahwa pada 1999 ada sekitar delapan persen anak Indonesia kekurangan gizi. Ini artinya ada sekitar 1,8 juta anak balita di seantero Indonesia menderita malnutrisi. Namun realitas yang ada di lapangan bisa lebih dari itu.
”Walaupun gizi masih menjadi masalah utama anak Indonesia, pada akhirnya penyakit yang timbul akibat pencemaran udara akan menjadi parah pula,” tutur dokter yang membuka praktik di bilangan Kalibata ini. Keduanya sama-sama berdampak buruk, yakni merosotnya tingkat IQ.
Di Jakarta dan kota besar lain masalah gizi bisa jadi tidak separah di daerah. Selaras dengan itu, kualitas kecerdasan mereka yang mendapat asupan gizi cukup akan membaik juga. Namun di banyak daerah kekurangan gizi, perkembangan otaknya terhambat. Maka Monang tidak heran kalau pelajar yang berhasil tembus perguruan tinggi negeri lebih banyak berasal dari kota besar di mana kebutuhan gizinya terpenuhi.
Hal lain yang patut dicermati adalah polusi udara akibat asap rokok. Monang berpendapat bahwa hingga saat ini belum ada penelitian apakah asap rokok termasuk zat berbahaya bagi otak anak. Yang jelas, ibu hamil yang menghisap rokok bisa berakibat fatal terhadap janin yang dikandungnya.
Pembuluh darah sang ibu akan mengecil sehingga suplai darah ke calon bayi terhalang. Akan banyak dampak yang diderita bayi di samping sekadar pertumbuhan badan yang terlambat, namun juga kemampuan mentalnya.
”Gizi memang masih menjadi faktor utama perkembangan otak. Tapi kita juga jangan meremehkan faktor lain seperti polusi udara,” ujar Monang. Dan yang memprihatinbkan, kendati polusi udara di Indonesia tergolong tinggi, tidak ada satu pun ahli kesehatan udara yang tersedia. Bahkan bidang studinya pun belum tersedia di semua perguruan tinggi. Padahal, menurut Monang, di banyak negara maju kehadiran seorang dokter ahli kesehatan udara sangat diperlukan dalam pembangunan proyek-proyek gedung di kota besar. (mer)
Salam kenal, maaf numapang pemberitahuan, sekarang telah hadir bubuk kedelai hijau dengan berbagai manfaat yanga ada untuk mencegah berbagai macam penyakit. buktikan sekarang juga kunjugi website kamu http://www.bubukkedelaihijau.co.nr
dapatkan potongan khusus untuk agen
(dicari agen seluruh indonesia)